Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 September 2021

Wisata Nan Rindang Di Kota Madiun

 

Puluhan pohon trembesi berusia sekitar 100 tahun menjulang tinggi di Taman Trembesi yang berlokasi di komplek kantor Perhutani KPH Madiun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Pohon trembesi yang berdiameter sekitar 1 meter dengan ketinggian sekitar 50 meter dengan dahan yang dipenuhi daun lebat membuat lokasi taman menjadi rindang dan sejuk.

Ratusan potong batang pohon trembesi dan lainnya juga tertata rapi di tempat penyimpanan kayu seluas 4,2 hektare itu. Saat ini, tempat penyimpanan kayu milik Perhutani tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan kayu, melainkan juga menjadi lokasi wisata yang diberi nama Taman Trembesi.

Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Madiun, yaitu di kompleks kantor Perhutani KPH Madiun Jl. Diponegoro, Kecamatan Kartoharjo.

Lahan seluas 4,2 hektare itu masih digunakan sebagaimana fungsinya yaitu sebagai perkantoran Perhutani dan tempat penyimpanan kayu. Sedangkan sebagian lahannya diubah fungsi menjadi taman wisata.

Awal ide pembukaan Taman Trembesi yang baru dibuka pada Senin (26/6/2017) itu melihat antusiasme masyarakat yang sangat menyukai wisata alam. Selanjutnya sebagian lahan yang selama ini memang tidak difungsikan disulap menjadi taman.

Kasi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani KPH Madiun, Eka Cahyadi, mengatakan ada sekitar 2.000 meter persegi lahan yang dimanfaatkan untuk Taman Trembesi. Taman wisata ini mengambil tema taman wisata keluarga. Di lokasi taman juga diberi tempat duduk memanjang dari kayu balok.

Ada beberapa tempat duduk disediakan di taman itu. Selain tempat berkumpul di bawah rindangnya pohon trembesi, aneka permainan juga disediakan pengelola taman. Antara lain flying fox sepanjang 70 meter, panahan, paintball, mobil ATV, dan minitrail.

Harga tiket masuk ke Taman Trembesi cukup terjangkau, kata dia, yaitu senilai Rp2.500/orang. Sedangkan tarif berbagai permainan yaitu mulai dari Rp15.000/orang hingga Rp25.000/orang.

“Jadi selain bisa berkumpul keluarga di bawah pohon trembesi, juga bisa bermain berbagai permainan yang telah disediakan,” ujar dia, Rabu (5/7/2017).

Pengunjung juga bisa berfoto selfie dan berfoto bersama di spot foto yang telah disediakan. Selain itu, yang menarik pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang tumpukan kayu yang ditata secara apik di lokasi wisata.

Jika tidak ingin kelelahan mengelilingi tempat penampungan kayu itu, kata dia, pengunjung bisa memanfaatkan mobil ATV dengan tarif Rp25.000/orang. Pengunjung sudah bisa berkeliling di tempat penyimpanan kayu dengan seru.

Saat pengunjung merasa kehausan bisa membeli minuman dan makanan di kedai yang ada di taman tersebut. “Taman ini kan memang baru dibuka, tentu masih banyak kekurangan fasilitas yang disediakan pengelola. Tetapi ke depannya akan diperbaiki dan ditambahi fasilitasnya,” jelas dia.

Taman Trembesi dikelola secara langsung oleh petugas Perhutani KPH Madiun. Pihaknya mengaku telah mengurus perizinan mengenai pembukaan tempat wisata ini kepada pemerintah setempat.

Meski baru dibuka, pengunjung Taman Trembesi ini cukup banyak. Pada hari pertama dibuka, sekitar 800 orang dari berbagai daerah berkunjung ke taman wisata ini.

Sumber : https://www.solopos.com/


Share:

Pahlawan Street Center Untuk Pengambangan UMKM


 

Wisata Pahlawan Street Center (PSC) Kota Madiun diprogramkan menjadi pusat perbelanjaan. Dalam program tersebut, Walikota Madiun Maidi mengutamakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari Kota Madiun untuk menempati lokasi berjualan yang telah disediakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun, Suwarno mengatakan bahwa pembangunan wisata PSC merupakan wadah untuk UMKM Kota Madiun. Harapannya ketika UMKM berkembang, maka kesejahteraan meningkat.

“Pahlawan Street Center merupakan visi – misi Pak Wali untuk menjadikan Jalan Pahlawan pusat perbelanjaan sekaligus pengembangan UMKM yang ada di Kota Madiun,” jelas Suwarno saat dihubungi Lenteratoday, Sabtu (02/01/2021) siang.

PSC memiliki 2 Taman, yakni Taman Sumber Wangi dan Taman Sumber Umis. Pada masing-masing taman tersebut telah disediakan lapak untuk UMKM Kota Madiun. Di taman tersebut juga ada galeri yang menyediakan souvenir pernak-pernik terkait PSC. Pemilik UMKM akan diberikan pelatihan sebelum menempati tiap-tiap lapak.

“Jadi nanti akan memberdayakan anak – anak muda untuk kuliner atau berdagang. Pelatihannya untuk menyesuaikan konsep di PSC. Nanti ada seragamnya juga, jadi tertib dan rapi,” imbuhnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Taman Sumber Wangi dan Sumber Umis akan dibangun tujuh icon keajaiban dunia. Dalam pembangunannya, icon yang telah selesai adalah Patung Merlion (patung ikan berkepala singa) dan Mushola berbentuk Ka’bah. Dalam Taman tersebut juga akan dibangun Menara Jam Big Ben, Menara Eiffel dan Tower Zam-zam sehingga akan menjadi spot foto yang menarik.

“Saya yakin bahwa pembangunan tempat wisata yang digencarkan adalah untuk melakukan lompatan ekonomi seusai pandemi Covid-19,” jelas Suwarno menutup wawancara. 

Sumber : https://lenteratoday.com/

Share:

Ini Dia Alasan Sun City Kalah Tenar Dengan Mall Lain

 

Mall Sun City bukan satu – satunya Pusat Perbelanjaan, yang ada di Kota Madiun.
Plaza MadiunPasaraya Sri RatuTimbul Jaya Plaza, hingga Carrefour telah lebih dahulu ada untuk melengkapi kebutuhan Masyarakat Kota.
Bahkan kehadiran Plaza Madiun, yang berada di Jl. Pahlawan, tidak dapat tersaingi dalam hal tingkat kedatangan Para Pengunjung, dan Pembeli di tempat ini.

Mall yang ramai Pengunjung dengan banyaknya Tenant (Penyewa) terbaik di dalamnya adalah salah satu faktor Keberhasilan Manajemen dalam mengelolah sebuah Mall.

Mall yang dikelola dengan baik, pastinya akan selalu ramai dengan Pengunjung, yang meluangkan waktu untuk berbelanja maupun sekedar kongkow di tempat ini. Sebaliknya, jika Mall ini dirasa sepi baik itu Pengunjung maupun Penyewa (Tenant) di dalamya sudah dapat dipastikan bahwa Mall ini gagal dalam soal ManajamenEntah itu faktor Marketingnya yang tidak berhasil memasarkan Citra (Image) sebuah Mall kepada Masyarakat Luas, hingga faktor Operasional di dalamnya, yang meliputi Perawatan (Maintenance) sebuah Mall, hingga Manajemen secara keseluruhan yang berjalan tidak sesuai pada tempatnya.

Jika dilihat dari Bangunan Sun City Festival Madiun tidak ada, yang kurang. Sebagai Kompleks dengan luas 6,7 ha, dan terintegrasi oleh Mall, Hotel, Theme Park, Waterpark, dan Ruko, seharusnya Sun City Festival mampu untuk menjadikan tempat ini sebagai Kawasan Komersial TerpaduTerlebih, jika dilihat dari lengkapnya sarana, dan prasarana, yang ada.

Namun apa boleh buat Kawasan ini tampak seperti Kawasan, yang mati suri dengan beberapa Rukonya, yang dibiarkan terbengkalai Kosong, tanpa ada Penyewa, yang membuka usahanya. Begitu juga dengan Mall Sun City MadiunBahkan seiring meningkatnya Tingkat Hunian (Occupancy) di Sun Hotel, ternyata tidak diimbangi oleh tindak lanjut menyelesaikan pengerjaan Kamar Hotel untuk lantai paling atas.

Beberapa hal lain seperti Kurang bersihnya Toilet Kamar Mandi, baik di Mall maupun Hotel hingga tidak adanya Perawatan terhadap beberapa bagian Mall, yang mulai bocor menjadi bukti kurangnya Manajemen, yang baik pada Mall Sun City, maupun Sun City Festival Madiun secara keseluruhan.

Mall Sun City Madiun sepertinya masih dalam menentukan jati diri terhadap Konsep Mallnya. Konsepnya mau di bawa kemana, ataukah lebih berorientasi kepada Mall Kongkow, dengan beberapa Tempat Asyik, atau lebih menekankan kepada Tempat Belanja Terbaik, dengan beberapa Tenant Anchor Berkelasnya. Jika dibuat sebagai Mall Kongkow, dirasa juga masih terlalu sedikit Kafe maupun  Resto yang ada.

Memang di Mall Sun City Madiun terdapat Penyewa (Tenant) seperti J.COBreadtalkHouse Of WokIstana Mie dan EsHouse Of Tong Ji, yang selalu penuh dengan Para Pecinta Kuliner (FoodieSejati Madiun di setiap Akhir Pekan (Weekend) maupun Hari LiburNamun hal ini belum dapat dijadikan jaminan bahwa Mall ini merupakan Mall dengan Konsep Kongkow Terbaik di Kota Madiun, mengingat masih sedikitnya Penyewa (Tenant) Kafe maupun Resto, yang hadir di Mall ini.

Terlebih beberapa Tenant sebelumnya, yang digadang bakal jadi Tempat Favorit, akhirnya juga menutup usahanya di tempat ini. Sebut saja Ice Cream Dolar Singapore, dan Pappa Roti, yang akhirnya gagal mempertahankan Eksistensi Usahanya di Mall ini. Terlebih, jika dibuat sebagai Tempat Belanja Terbaik, pastinya Konsep ini juga tidak sesuai.

Kita juga bisa lihat dari banyaknya Tenant, yang menutup usahanya di tempat ini. Mulai dari beberapa Butik Baju, Toko Kesehatan dan Kecantikan Guardian, beberapa Toko Handphone dan Kamera, hingga yang terakhir Lotus sebagai Tenant Department Store Terbaiknya.

Bahkan ada Anggapan (Opini), yang berkembang terhadap Lotus Department Store, ketika beberapa Produk dari Brand tertentu mangkal di depan Toko, dengan Discount maupun Promo, yang tidak wajar, berarti Produk tersebut siap keluar dari Department Store ini.

Hal ini terjadi, bukan karena Produk tersebut memang sedang ada Promo maupun Discount, melainkan untuk menghabiskan Stock Sisa Produk disebabkan tidak laku jual, dan akhirnya mereka memutuskan untuk menarik Produk di Department Store ini.

Hal ini Kami amati, mulai dari Produk Sepatu Kickers – RohdeSalt N Pepper, hingga terakhir Jeans West sampai akhirnya Lotus benar menutup usahanya di tempat ini. Jadi Kita dapat mengambil Kesimpulan bahwa Mall ini tidak sesuai, jika diterapkan sebagai Mall dengan Tempat Belanja Terbaik. Terlebih Pesaing (Competitor) seperti Plaza Madiun, yang selalu Eksis, dan Ramai Pengunjung dengan Tenant Matahari, Hypermart menjadi Pesaing terbesar Mall ini.




Share:

Mengenang Pembantaian PKI Madiun

 


Berbicara tentang Madiun , identifikasi yang muncul adalah pecel. Identifikasi kedua, ketika terucap kata Madiun, ingatan akan kembali pada kejadian memilukan pada tahun 1948, tepatnya 18 September.

Peristiwa itu disebut Peristiwa Madiun, sebuah gerakan PKI di Madiun yang membantai ribuan nyawa di sebuah perbuktikan yang terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Untuk mengenang peristiwa kelam itu, telah dibangun sebuah tetenger yang diberi nama Monumen Kresek pada tahun 1987 dan selesai pada 1991. Monumen keganasan PKI ini berdiri di atas lahan 3,5 hektar. Monumen tersebut diresmikan pada 1991 oleh Gubernur Jawa Timur Soelarso.

Ketika memasuki pintu monumen, nampak patung besar yang terdiri dari dua orang yang satu posisi memenggal dan yang satunya duduk seolah posisi siap dipenggal. Konon patung itu menggambarkan Muso yang sedang memenggal Kyai Husein.

Untuk mencapai patung pemenggalan itu, harus melalui tangga yang berjumlah 17-9 dan 45 yang menyimbolkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sesampai di puncak monumen terdapat relief keganasan PKI saat itu. Tergambar jelas bagaimana kekejaman PKI pada saat itu.

Di dekat monumen ini juga terdapat prasasti batu yang mengukir nama-nama prajurit TNI dan pamong desa yang gugur dalam pertempuran melawan PKI di Desa Kresek maupun karena dibantai oleh PKI.

Kolonel Inf Marhadi adalah prajurit TNI berpangkat tertinggi yang gugur dalam pertempuran Desa Kresek, namanya lalu diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kota Madiun dan didirikan pula patungnya di alun-alun Kota Madiun sebagai bentuk penghormatan.

Area Monumen Kresek dahulu adalah bekas rumah warga yang dijadikan PKI sebagai ajang pembantaian. Warga sekitar dikurung di dalam rumah tersebut lalu rumah tersebut dibakar bersama warga yang ada di dalamnya. Di sebelah utara Monumen Kresek terdapat monumen kecil yang terbuat dari batu kali yang mengukir nama-nama prajurit TNI dan para pamong desa yang dibantai oleh PKI.

“Tempat ini merupakan tempat yang dijadikan untuk membantai para korban. Tempat ini dahulunya merupakan rumah dari seorang warga. Tempat ini sengaja dipilih oleh PKI untuk menyembunyikan para korban, karena ditempat ini aman untuk dijadikan persembunyian,” ujar warga Kresek.

Kini, untuk mengenang peristiwa Madiun tersebut, masyarakat diharapkan tidak lupa sejarah tersebut. Salah satunya dengan mengunjungi Monumen Kresek itu. Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro meminta warga untuk meneruskan perjuangan para pahlawan revolusi dengan tidak merubah cerita sejarah yang asli dan sudah ada.

Sumber : https://daerah.sindonews.com/




Share:

Tips Liburan Ke Kelenteng Hwie Ing Kiong Madiun


Ingin berkunjung ke suatu tempat bersama dengan keluarga ataupun sahabat, namun masih bingung untuk menentukan ke mana? Kalau begitu coba deh kamu berkunjung ke objek wisata yang satu ini, yaitu Klenteng Hwie Ing Kiong. Klenteng ini terletak di Jl. HOS Cokroaminoto No. 69, Kota Madiun. Tempat beribadah yang juga kerap disebut dengan Tri Dharma ini memiliki pesona yang sangat menarik untuk dikunjungi, maka dari itu sangat disayangkan jika kamu berada di Madiun namun tidak menyempatkan diri untuk berkunjung ke Klenteng Hwie Ing Kiong.

Klenteng Hwie Ing Kiong adalah sebuah tempat beribadah dengan pujaan utamanya yaitu YM Mak Zu Thian Shang Sheng Mu. Di sana, kamu akan menemui cukup banyak altar, di sekitar kawasan klenteng juga bangunan pagoda 3 tingkat yang sangat indah. Di dalam pagoda tersebut terdapat 3 altar, yakni dari yang paling atas Yu Huang Da Di, kemudian Maitreya, dan terakhir adalah Tee Cong Ong Pu Sa.

Klenteng Hwie Ing Kiong juga memiliki fasilitas yang cukup lengkap, semua fasilitas tersebut dibuat agar para pengunjung merasa nyaman ketia berada di sana. Tak jauh dari tempat tersebut terdapat area parkir untuk kendaraan roda dua ataupun empat, jadi kamu tidak perlu repot-repot lagi mencari tempat parkir untuk kendaraanmu, rest area juga telah tersedia di sekitar kawasan klenteng tersebut untuk pengunjung yang ingin melepas penat selama berada di sana. Tak lupa juga dengan toilet yang berada di sekitar Klenteng Hwie Ing Kiong untuk pengunjung yang ingin buang air kecil dan besar.

Bank lokal pun juga terletak tak jauh dari kawasan Klenteng Hwie Ing Kiong untuk pengunjung yang ingin mengambil uang mereka setelah selesai melakukan kewajibannya ataupun sekedar berkunjung. Selain itu, kamu juga dapat menemukan pusat perbelanjaan, rumah makan, stasiun, alun-alun, hotel, dan pasar yang letaknya cukup berdekatan dengan Bank tersebut. Klenteng dengan areal yang luas ini juga sangat cocok lho sebagai tempat berfoto ria bersama dengan sahabat maupun keluarga. Kan sia-sia jadinya jika tidak mengabadikan momen bersama mereka ketika berada di Klenteng Hwie Ing Kiong.

Untuk jam buka dari tempat ibadah ini adalah 24 jam dan kamu tidak akan dipungut biaya sepeserpun agar dapat memasuki kawasan dari Klenteng Hwie Ing Kiong, Jika kamu ingin berkunjung ke sini, disarankan di saat hari-hari besar seperti tahun baru Imlek untuk melihat berbagai kegiatan yang terjadi di Klenteng Tjoe Hwie Kiong. Dijamin liburanmu bersama dengan sahabat ataupun keluarga menjadi lebih berwarna dan menyenangkan!

Jika kamu sudah menyiapkan segala rencana untuk berkunjung ke Klenteng Hwie Ing Kiong bersama dengan sahabat atau keluarga, ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan dulu nih. Yang pertama adalah dimohon untuk tidak membuang sampah sembarangan di sekitar area objek wisata ini untuk menghormati para petugas yang bekerja dan menjaga keasriannya, jangan lupa juga untuk menyiapkan kamera atau ponsel dalam keadaan baterai yang terisi penuh jika berfoto ria ketika berada di sini.


Sumber : https://www.tempatwisata.pro/

Share:

Wisata Religi Bertema Klasik


Masjid ini dibangun oleh Kyai Ageng Misbach atau Kyai Donopuro tahun 1754. Masjid yang semula bernama Masjid Donopuro ini didirikan di tanah perdikan (daerah bebas pajak) Kerajaan Mataram. Wilayah ini diberikan kepada Raden Rongga Prawiradirja I yang saat itu menjabat bupati wedana timur (Mancanegara WetanKesultanan Ngayogyakarta di sebelah timur Gunung Lawu. Selanjutnya, tanah perdikan itu diserahkan kepada Raden Ngabehi Kyai Ageng Misbach yang saat itu menjadi penasihat Raden Rongga Prawiradirja I.

Melalui masjid ini, syiar agama Islam di wilayah Karesidenan Madiun terjadi.

Setelah masjid kuno yang dikelilingi makam para mantan bupati Madiun ini masuk dalam daftar peninggalan cagar budaya tahun 1981, maka namanya pun diganti menjadi Masjid Besar Kuno Madiun.


Masjid yang bangunan utamanya terbuat dari kayu jati dengan ukuran cukup besar. Bangunan ini beratap tajug dengan tiga pintu masuk utama. Sampai saat ini masjid kuno tersebut tidak pernah direnovasi, kecuali hanya penambahan kanopi jika jemaah membeludak.

Di komplek masjid ini terdapat makam para mantan bupati Madiun, mulai dari Raden Rongga Prawiradirja I dan penasihatnya Kyai Ageng Misbach, hingga sejumlah bupati Madiun penerusnya.


Dahulu di masjid ini dilaksanakan sejumlah tradisi yang menjadi sarana syiar agama. Tradisi tersebut antara lain perayaan 1 Muharam yang diwarnai dengan pembacaan Al Qur’an serta sajian makanan jenang sengkala, nasi liwetsayur bening, dan lauk-pauk tradisional seperti tahu dan tempe. Sayur bening memiliki arti kebeningan jiwa. Sedangkan nasi liwet berarti kebeningan atau kejernihan jiwa itu diharapkan dapat mengental di hati. Jenang sengkala memiliki arti adanya harapan agar dijauhkan dari musibah. Lauk tahu tempe mewakili makanan khas yang digemari rakyat kebanyakan.

Selain menyajikan aneka makanan tersebut bagi jemaah dan warga sekitar, masjid juga menggelar seni gembrung, berupa senandung shalawat yang diiringi alat musik sejenis jidor dan lesung (alat untuk menumbuk padi). Namun sekarang seni itu sudah hampir musnah dan tidak pernah diadakan lagi. Yang masih tersisa adalah Grebeg Bucengan (tumpengan) saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Sumber : https://id.wikipedia.org/

Share:

Label

Pengikut